malam memagi

malam sudah memagi, saya masih disini.
merasa sedikit sendiri, atau, sebaliknya, menyendiri.
meratapi,
eh, menatapi.
ehm, meresapi.
tadi lagunya, lady antabellum (eh, entah deng gimana nulisnya, ehehe)

Can’t stop looking at the door. ♪
♪ Wishing you’d come sweeping in
the way you did before. ♪
♪ And I wonder if I
ever cross your mind. ♪
♪ For me, it happens all the time. ♪
♪ It’s a quarter after one. ♪
♪ I’m all alone and I need you now. ♪
♪ And I said I wouldn’t call, ♪
♪ but I’m a little drunk,
and I need you now. ♪
♪ And I don’t know
how I can do without. ♪

orang-orang masih kerja, pasti sampe pagi.
ada yang ngepel, sapu-sapu, dan cuci-cuci.
saya masih begini.
niatnya bekerja, malah menepi.
bersama perahu mimpi.
ke pulau galau penuh duri.

duri, nama panjangnya duri durjana.
pekerjaan, mengganggu belia.
sampe gundah gulana.
hingga terpaksa pergi, berkelana.
sayangnya, tanpa rencana.

padahal, hutan belantara
disanaa,
tak ada rasa, jahatnya.
ditelannya kita, sampe mati kita punya asa.
dan kata-kata.

menyerah jungkir balik, di tangan penulis ini yang merana.
seharusnya ini bisa jadi paragraf indah berbahagia.
berbunga-bunga, bernada-nada, berlama-lama.
minimal puisi, tak apa pun kalo jadi harus prosa.
ya sudah, kasihan kata-kata.
kuakhiri sajalah ya, biar iya bersama nada.
masih sempat menemani para kejora.
menari, sebelum tiba sapa cakrawala.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s