Tempat Makan Murah Meriang*, Se-Bandung Raya

*salah tulis, maksud saya adalah meriah

Sepanjang diriku ini berkuliah di Bandung, yang mana itu dapat berarti mulai 2007 hingga kini aku belum lulus-lulus jua, tak putus jua kuperhatikan, rewelnya mahasiswa soal tempat makan, lebih lagi soal harga. Sudah kuamat-amati beberapa tempat makan, yang ramah, menerimaku apa adanya, dan dompetku.
Tercatat ada beberapa, yang baiknyalah kutuliskan melalui poin-poin saja.

1. Warung nasi dekat kosanku yang lama, di kebun bibit utara. Adapun rute lengkapnya adalah dari SDN Pertiwi berjalanlah kau sedikit di jalan besar itu, ke arah jalan layang, akan kau temukan kelak sebuah gang kecil di kiri jalan. Masuklah, dan jika kau beruntung tentunya akan kau temukan warung kecil itu.
Dulu, sekitar tahun 2008 yang lampau, dapatlah aku makan nasi dengan kangkung dan tahu, cukup 2ribu saja. Kadangkala, aku dapat membeli nasi, kangkung dan sepotong tongkol juga dengan 2ribu saja, karena kangkungnya tinggal batangnya, dan dengan baikhatinya ibunya mengilhlaskan jua.
Adapun sekarang ini, sesudah lama tidak menginjakan kaki di kebon bibit utara, sudah tidak kuketahui secara pasti keberadaan warung tersebut kini.
2. Kantin mini, di gelap nyawang paling ujuuuung. Tepatnya ujung yang paling dekat dengan bekas pasar balubur. Aku tak tahu harga seporsi nasi beserta lauk kini. Namun baru-baru ini aku dapat membeli 4 jenis sayur, ditambah 3 potong tahu, dengan harga 5ribu saja. Sungguh, menu diet yang menentramkan perhitungan belanjaku saban hari.
3. Nasi tahu campur, 3 ribu sahajah. Tempatnya di gelap nyawang. Namun lokasi pasti dan kebenaran cerita ini belumlah dapat kupastikan, karena aku pun hanya baru mendapat keterangan dari iman-satrio saja.
4. Warung tegal, simpang dago, di depan robotika. Suatu malam, aku dan narni terdampar disana. Alangkah terkejutnya, ketika narni membeli nasi dan daging (sejenis potongan-potongan daging sapi dengan kuah santan, tak tahulah aku itu apa) seharga 3000 saja. Sungguh, sesungguh oase di tengah kota.
5. Nasi goreng beneran, tepat di samping Ganesha Stationary. Dapatlah kau beli nasi goreng, kau tambahi telur dadar 1, kau bayar, 5500, mata uang republik indonesia. Demikian berdasarkan keterangan yuni dan emil, yang belum kupastikan rasa dan nyatanya.
6. Sebuah sumber, yang belum diketahui lokasi dan kebenarannya. Nasi, ayam, sayur, tempe, dan lumpia, konon katanya kau dapat tebus 5000 saja. Masih menurut yuni dan emil.
7. Tenda biru, di tempat yang kini menjadi baltos. Aku tak tahu keberadaannya kini. Namun, harganya bersaing, begitu pula dengan porsinya. Terbukti dengan ramainya tukang beca makan disana.

Demikianlah adanya, semoga dapat menjadi penghibur lapar, di kondisi yang tak menentu kini. Adapun soal rasa dan kualitas, baiknya kita mafhum saja. Barang siapa-siapa yang ingin makan enak, datanglah ke kedai timbel dago, kafe halaman dan lainnya. Jangan lupa bawa teman lama, yang sudah punya kerja, tentu saja.

Terimakasih

Kampus gajah semedi, Bulan kedua tanggal 1, tahun naga air.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s