Ciut

Ciut. Ciut. Ciut.

Gak selamanya ciut itu enak. Ciut yang enak, cuman kalo perut, paha, pipi menciut. Dan kilo-an pun menunjukkan angka-angka yang menyenangkan.
Karena awal si tulisan ini adalah bahwasanyah ciut ini tidak selalu menyenangkan, maka tentu saja fokus tulisan ini tidak akan membahas ciutnya angka kiloan. Tapi ciut yang tidak menyenangkan.
Ciut yang tidak menyenangkan. Tidak. Tidak. Tidak menyenangkan.
Ini tentang mental yang terkorupsi. Tentang jiwa yang tidak berani mati. Tentang hati hello kitty.

Ciut. Ciut. Ciut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s