Dewa Gelap

Kau beriak dalam kesunyian

Jerammu hangat dalam sendirian

Aku disini, pada akhirnya

mencarimu, dari sepaket onak dan duri, lumpur licin, dan tebing marmer ini

 

Pernahkah engkau merasa sepi dan sendiri?

Walaupun

angin tak pernah pergi

dan tebingmu akan selalu menyelimuti dengan janji

Dan aku-aku yang datang lalu pergi

sesuka hati

 

Gelap ini, kekal abadi

Mengalir di setiap nadi, celah batumu.

Dingin ini, tak akan pernah pergi.

Berdetak menemani sunyi, rongga mu yang purba

 

Lalu, izinkan aku berlalu lalang lagi

Suatu hari nanti

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s