malam yang terdiam

Dalam malam yang terdiam di bayang bayang sapaku yang,

tak sampai

Lalu menggeliat, saat benderang, namun terlalu malu pada pagi yang enggan menepikan,

salamku

 

Hingga asa ku jatuh tertidur lagi, saat senja naik yang di katrol turunnya siang, ikut-ikutan,

terbenam

Malam kembali lagi, sapaku tetap diam, dinaungi bayang-bayang memalukan..

Merayap di lantai, seperti binatang lajang.

Sendirian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s