tentang (masa lalu)

Hebatnya, yang sekarang saya rasakan sama saja. Hanya kagum, dulu, sekarang, nanti, mungkin selamanya 🙂

Mei 8, 09.

potongan2 masa lalu hampir genap terkumpul, kegagalan, perbandingan, kompetisi, cinta monyet, kebodohan, lucu2an, sosialisasi, iri, senanghati, sedihhati, cemas, takut.
ga selalu enak saat mulai terkumpul lagi, ga selalu sama saat kita coba konversi dengan masa yang ini. saat kita coba korek, selalu ada konsekuensi..

kekalahan yang lama tetap ga akan impas dengan “kemenangan” saat ini. yang lama tetap lama, takkan berubah atas apa yang ada sekarang, saat kau menang kemarin, ya! aku tau aku takkan menang untuk itu, seberapa pun aku mau, aku disini kau disana, aku yakin bukan untuk suatu menang dan kalah, dimanapun aku dan kau sekarang berada.
tapi kenapa kenangan tentang itu selalu mengganggu? meskipun aku rasa *dengan sombongnya aku berpikir* sebagai pemenang sejatinya. sampai sekarang kenapa kenangan akan kau, kalahkan aku dengan kekalahanku?

dan untuk kau yang lain, untuk sesuatu yang tak pernah tersadari dulu. duh, masa aku harus menyesal? ini akibat tak pernah dengar kata teman2. ya sudahlah, semuanya di tangan tuhan. tugas kau untuk mengambilnya ya? itu kan kodrat kau.
kau juga kalahkan aku, ya! waktu itu, hahaha. untuk suatu alasan bodoh. tapi untuk yang ini, aku terima. dengan senang hati. dan lagi, rasanya kita seri, dengan keunggulan masih ada padaku. tentang kekalahan yang itu, santai saja, tak pernah menggangguku…
sayang, kau masih tak ada. padahal kau harus! untuk melengkapi kenangan2 lamaku *atau untuk menambal rasa kehilanganku kah? yang jelas aku harus temukan kau!*.
sekarang coba kau jawab? kau dimana?

nah, kau yang satu ini, sungguh hebat sekali. low profile high impact, kata anak markas. sekarang aku tahu kau dimana, dengan bagaimana. berubah ya? sama denganku. atau hanya sekedar tren saja?
sayang, dulu aku lugu *rasa-rasanya*. tidak terlalu banyak baca novel melankolis-dramatis, seperti kau. sehingga emosiku waktu itu tidak terdramatisir dengan baik. aku ingat kau dengan baik, a nice person, jago konspirasi pula *mungkin, hah, aku sedang terlalu berlebihan, karena mungkin semakin bertambah umur, semakin dramatis pula aku. bah!..
kali ini mungkin aku boleh bilang dulu kita satu kosong, hal yang dulu bikin kau marah padaku. sungguh untuk menang yang itu aku tak sengaja. tak pernah berharap. dan tak tahu, tapi kupikir kau tak percaya.
kenapa dulu tak kuambil pialanya ya? sekarang aku sangat ingin piala itu, untuk kumiliki. atau sekadar kulihat saja, kuingin tahu kondisinya. dulu itu berkilau, dan banyak orang ingin memilkinya. hanya aku saja yang tak menyadarinya. semoga pemiliknya tak lupa menggosoknya dengan brasso.

kau. ya kau, barusan aku menemukan kau. berubah. tak seperti yang kuharapkankan, tapi wajarlah, jaman global seperti kata orang. padahal dulu kau berbeda. aku kagum sekali sama kau. dalam diam, tenang, kau mampu memberikan makna atas persahabatan kita. *persahabatan* ? aku tak menyesal pernah ketemu kau. aku senang, kau melengkapi sebagian masa lalu aku bersama dengan kau yang diatas itu. dulu… aku rasa aku kehilangan kau, padahal bodoh. itu hanya kabar burung dari seorang kawan yang tak mampu mengartikan berita. sehingga akhirnya kita menjauh. hah aku memang bodoh, apa kabar dengan dia? kau tak benci dia kan? aku akan cari dia sekarang.

-kita lanjutkan nanti, karena masih banyak kau-kau lain yang aku rindukan, baik yang sudah atau akan kutemukan, aku akan cari lagi, dan mungkin tulisan ini kulanjutkan atau kuhapus saja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s