Donor Darah, Why oh why?

Collecting blood from a donor - resized and co...

Collecting blood from a donor – resized and converted into PNG. (Photo credit: Wikipedia)

Bahasa Melayu: Antara cara penghargaan Pusat D...

Bahasa Melayu: Antara cara penghargaan Pusat Darah Negara kepada penderma darah. Rantai kunci diberi mengikut Kumpulan Darah penderma, oleh itu huruf “A” yang tertera di sini menandakan penderma adalah dari Kumpulan Darah A. (Photo credit: Wikipedia)

Beberapa tahun terakhir ini, entah kenapa saya jadi agak keranjingan donor darah. Saya dateng ke PMI Bandung, di Jalan Aceh, sesuai jadwal, setiap 70 hari sekali, dan itu bisa sampai berkali-kali, heuheu. Habisnya ditolak muluuu >,< gara-gara tensi  darahnya rendah. Pernah deh, saya baru “keterima” setelah kali kelima (in a row) datang buat donor.

Buat mengantisipasi, kalo udah deket-deket tanggalan donor darah, gaya hidup saya berubah. Super sehat. Mulai dari olahraga, makan makanan yang sehat-sehat. Dan gak begadang. Kadang-kadang cukup berhasil. Kalo enggak, biasanya saya makan (lagi) yang banyaaak, sama minum air jeruk. Asupan karbohidrat berlebih memang paling manjur buat naikin tekanan darah secara instan… dan sementara.

Saya gak tahu, kenapa jadi hobi gini. Salah satu alasan nya biar ketemu dan dapat penghargaan dari Pak Pres, siapa tahu kalo ada umur bisa donor sampai 100 kali :p. Juga buat telur rebus dan biskuit marie gratis. Yang paling penting buat sensasinya, itu ahaha #psycho mode:ON.

Sebenarnya sih, ada sejuta alasan buat mendonorkan darah kita. Tapi saya baru nemu sembilan :), saya tulis satu-satu pake nomernya bahasa Portugis, biar gaya 😀

Dan… (drumroll please), 9 alasan itu adalah….

Um) Tidak ada subtitusi untuk darah. Belum ada istilahnya, darah buatan, darah artifisial, electronic-blood atau apalah gitu..

Dois) Setiap tahun, Indonesia membutuhkan 4,5 juta kantung darah. Kebutuhan darah yang terpenuhi sebanyak 1,28 juta kantung darah (pada tahun 2008).
Sisanya?

Três) Tingkat pendonor di Indonesia, 6 orang per 1.000 penduduk. Kalah jauh dibanding Singapura, 24 orang per 1.000 penduduk, atau bahkan Jepang dengan 68 orang per 1.000 penduduk (2008).

Quatro) Kasih 1, yang dapat 3! Satu kantung darah, dibagi menjadi tiga bagian, sel darah merah, plasma dan trombosit. Ketiganya bisa diberikan kepada pasien dengan kebutuhan yang berbeda-beda.

Cinco) Masa penyimpanan darah terbatas. 28 hari untuk sel darah merah, 42 hari untuk trombosit dan setahun buat plasma beku.

Seis) Para Adam, yang tidak punya ritual buang-buang darah tiap bulan, memiliki resiko lebih tinggi buat terkena hemochromatosis atau kelebihan zat besi. Akibatnya, bisa memicu penyakit jantung dan teman-temannya. Donor darah 3 kali setahun, bisa mengurangi kelebihan zat besi, dan mereduksi resiko serangan jantung sampai 50%.

Sete) Pengecekan kesehatan gratis. Minimal secara periodik kita bakal diperiksa, berat badan, tensi darah, dan hemoglobin. Darah yang disumbangkan juga bakal diuji 13 belas tes (11 diantaranya penyakit menular, termasuk HIV)

Oito) Bakar 650 kalori, cuman dengan duduk manis dan ditusuk doang :). Hampir setara dengan lari santai selama 90 menit. Dan habis donor darah berat badan kamu bakal langsung berkurang +- setengah kilo , 😀

Nove) Solusi murah meriah buat beramal. Gak perlu punya uang banyak, untuk menyumbangkan sesuatu yang penting bagi orang lain. Gak perlu merelakan sebelah ginjal. Berbagi, darah kita kan banyak :p . Malah, sekalian kaaan dapet makan siang, ehehe.

Gak semua orang boleh donor darah. Hanya orang-orang beruntung dengan body montok lebih dari 45 kg boleh ikut menyumbang. Selain itu, khusus para Hawa yang punya ritual buang-buang darah tiap bulan, biasanya terganjal persyaratan nilai hemoglobin minimal 12,5. Kalo bisa, donornya jangan terlalu dekat dengan pra/pasca menstruasi.
Tekanan darah juga tidak boleh lebih rendah dari 110/70 atau lebih tinggi dari 160/80.
Masih banyak syarat donor darah lain, terutama terkait kondisi medis serta tindakan medis yang pernah kita terima dalam suatu jangka waktu terakhir. Lengkapnya, bisa dilihat disini.

Dan untuk orang-orang yang eligible buat donor. Saya tahu ada beribu alasan untuk enggak donor, tapi kan alasan buat donor ada sejuta… Hahaha.

Sumber:

http://www.mayoclinic.org/

http://www.antaranews.com/

http://bloodforlife.wordpress.com/

Advertisements

One thought on “Donor Darah, Why oh why?

  1. Pingback: Jadwal Donor Darah Bandung 2013 | jumperparadiso

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s