Bilal bin Rabah

 

Dan setelah wafatnya Rasulullah tercinta, beliau tidak bersedia lagi mengumandangkan azan.  Karena setiap kali sampai pada kalimat, Asyhadu anna Muhammad Rasululah. Kata-kata itu tersekat dalam tenggorokan. Bulir-bulir airmatanya mengalir menganak sungai.

Sayap Sayap Cinta-Nya – Muhammad Kasmijan

…karena desakan Fatimah yang saat itu rindu mendengar suara adzan Bilal, dan mengingatkan beliau akan ayahnya. Bilal akhirnya dengan berat hati mau beradzan. Saat itu waktu Subuh, dan ketika Bilal sampai pada kalimat “Asyhadu anna Muhammad Rasulullah”, Bilal tidak sanggup meneruskannya, ia berhenti dan menangis terisak-isak. Dia turun dari mimbar dan minta izin pada Fatimah untuk tidak lagi membaca adzan karena tidak sanggup menyelesaikannya hingga akhir. Ketika Bilal berhenti saat adzan itu, seluruh Madinah berguncang karena tangisan kerinduan akan Rasulullah.

http://mahluktermulia.wordpress.com/2010/02/12/rasulullah-pemimpin-yang-dicintai-ummat/

Apa yang membuat Bilal bin Rabah, dan segenap penduduk Madinah, begitu merindukan sosok ini? Bahkan hingga kini?

Mungkin karena sosoknya yang seperti ini

Advertisements

2 thoughts on “Bilal bin Rabah

  1. Pingback: Mereka Hanya Sangat-sangat Mencintai Nabinya, Itu Saja. | jumperparadiso

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s