Masjid Terbaik

masjid kubah emas-depok-6
masjid kubah emas-depok-6 (Photo credit: haffidze)

Ketika googling mengenai masjid-masjid terbaik di Indonesia, saya kecewa. Kebanyakan tulisan mendefinisikan masjid terbaik dari kemegahan, keindahan, kebersihan, keunikan (karpet nya yang setebal 5cm, kubah yang terbuat dari emas, hiasan kristal swarovski ūüėõ kali).

Definisi saya tentang masjid terbaik? Sejauh ini adalah masjid yang ramai, nyaman, pusat dari kegiatan-kegiatan keislaman, tertata sesuai aturan Islam (apa aja emangnya? ūüėÄ hehe)

Belum banyak masjid yang saya kunjungi, beberapa masjid terkenal pun belum semua dapat saya kunjungi. Jadi so far,¬†penghargaan masjid terbaik saya (yang pernah saya kunjungi) saya berikan kepada…. (drumrolll pleeeaaase)

MASJID SALMAN ITB

sumber: salmanitb.com

Haha, oke, jangan dulu menuduh saya terlalu memihak pada masjid kampus sendiri, ada beberapa hal yang saya rasa cukup awesome pada masjid ini.

1. Arsitektur.

Arsitek masjid Salman adalah Ir. Achmad Noe’man, alumni Arsitektur ITb’58. Banyak yang mengatakan bahwa keistimewaan desain masjid Salman adalah pada atapnya yang tidak berkubah, dan malah membentuk cawan menghadap atas, yang banyak diinterpretasikan sebagai wadah ilmu, berkah dan rizki.

Terlepas dari keunikan bentuk atap dan juga menaranya, yang terasa spesial di hati saya justru desain masjid yang tanpa kolom. Pak Arsitek menginginkan masjid dimana jamaah dapat shalat dengan barisan shaf yang rapi, tidak terpenggal oleh kolom-kolom besar. Masjid yang “mungil” ini terasa lapang dan nyaman tanpa adanya tiang-tiang tinggi yang kerapkali¬†dapat mengganggu pandangan jamaah saat khotbah. Konon, desain atap yang unik ini disebabkan oleh Pak Arsitek yang ingin masjidnya tanpa tiang, sehingga atap menjadi ringan dan kuat meskipun tidak ditopang oleh tiang-tiang.

2. Material.

Sebagian material yang digunakan di masjid Salman terbuat dari kayu, diantaranya sebagian dinding, langit-langit dan lantai. Saya selalu suka bangunan kayu. Homy, adem, cantik.

Masjid Salman tidak dialasi dengan sajadah/karpet, sehingga saat shalat dahi kita dapat langsung menyentuh lantai masjid yang bersih dan sejuk. Begitu banyak masjid yang melapisi lantainya dengan karpet (mahal pula), namun jamaahnya juga bawa sajadah lagi ke masjid, mungkin karena faktor ketidakyakinan akan kebersihan karpet yang terjaga. Jadinya kan, boros aja gitu ūüôā

Saya sendiri sih suka dengan¬†sensasi” dahi yang langsung menyentuh lantai, apalagi disertai keyakinan akan lantai yang terjaga kebersihannya. Insya Allah, bersih di Salman, jigana mah.

3. Lingkungan.

Masjid Salman di kelilingi oleh pohon-pohon dan bersebelahan dengan Taman Ganesha. Jadi masjid Salman bisa dibilang ASRI (adem, seger, sejuk, rindang, indah) (mulai deh oversell :P)

4. Kebersihan.

Toilet dan tempat wudhu, bersih dan nyaman, terutama bagi perempuan. Kalau kita wudhu, jika beruntung (?) kita bisa berpapasan dengan ibu-ibu yang sedang membersihkan areal tersebut (kayaknya sering banget bersihinnya).

Kadang-kadang susah kan mencari masjid yang tempat wudhu perempuannya tertutup. Toilet masjid yang bersih juga jarang, kalaupun bersih kadang-kadang suka dikunci hehe. Tapi Alhamdulillah sih, kayaknya sekarang masjid-masjid udah lebih peduli sama tempat wudhu perempuan dan kebersihan toilet.

Mukena yang disediakan dalam jumlah yang cukup banyak pun bersih, gak apek, disimpan rapi dalam rak diruangan khusus peminjaman mukena.

5. Kopi/teh/air putih gratis

Beberapa tahun terakhir ini, masjid Salman menyediakan teh manis dan kopi (juga manis) gratis untuk jamaah yang datang ke areal masjid, setelah sebelumnya “hanya” menyediakan air putih saja.

6. Pegawai/Petugas Masjid

Ada banyak karyawan yang mengurusi masjid secara langsung, mulai dari petugas kebersihan, penunggu peminjaman mukena, penitipan sepatu, “perapih” sepatu serta yang terpenting¬†petugas yang bertanggungjawab mengkondisikan jamaah saat shalat berjamaah,¬†petugas seperti ini yang cukup langka ditemukan di masjid lain. Petugas yang terakhir disebut ini merupakan petugas yang sangat berkontribusi menjaga keteraturan shalat berjamaah. Petugasnya tegas lho.

Jujur, saya baru tahu beberapa hal yang harus diperhatikan saat shalat, seperti barisan shaf yang benar-benar rapi dan rapat, ataupun bahwa posisi shaf perempuan yang paling belakang merupakan yang paling utama, setelah shalat di masjid Salman. Kadang-kadang saat shalat di masjid lain, saya merindukan rapatnya barisan shaf di masjid Salman, intim, hehe.

Ohya, kalau tidak salah, semua pegawai/petugas perempuan menggunakan kerudung, penjual-penjual perempuan sekitar masjid juga, dan bahkan pengemis langganan Salman pun menggunakan kerudung, eh penutup kepala deng (big grin =D). 

7. Perpustakaan.

Saya masukin aja, haha, soalnya saya pelanggan tetap, dan langganan denda juga, dari perpustakaan Salman. Buku cukup banyak, dan sebagian besar buku-buku Islami dan fiksi Islami.  Meskipun menurut saya kayaknya buku bacaannya masih kurang variatif (hehe, minta ditimpuk nih). Tapi ada juga kok buku kalkulus, hoho. Fiksi populer seperti Laskar Pelangi, juga ada. Sempat lihat juga beberapa karya sastra kayak bukunya Pramoedya, Bumi Manusia, juga karya asing terkenal cem Seven Habits, To Kill a Mockingbird, dan koleksi terbaru di perpustakaan The Girl with Dragon Tattoo ama sekuelnya (Harry Potter belum lihat, musyrik meureunnya, mehhehehe). Cuma memang jumlah buku-buku tersebut masih jauh lebih sedikit dibanding koleksi Islaminya, wajar sih, namanya juga perpustakaan masjid.

Perpustakaan Salman cukup nyaman untuk  ngadem sambil baca-baca buku atau koran/majalah baru. Ada tempat duduk dan meja, enak juga kalau mau diskusi atau ngerjain tugas bareng (jangan ampe berisik dan minta ditimpuk tapi yaa). Petugasnya juga baik, dan pelayanannya cepat.

Untuk baca-baca saja, siapa saja boleh. Tapi kalau mau meminjam, harus jadi anggota, daftar 15ribu untuk 6 bulan, perpanjang 6 bulan berikutnya 10ribu sahajah, syaratnya cuman foto dan KTP/KTM/Tanda Pelajar. Murah lah, dibanding pinjam novel ke rental komik :).

8. Imam.

Salah satu hal yang ngangenin dari Salman adalah, suara merdu imam-imamnya. Jujur sih, saya jarang shalat di Salman di waktu-waktu imam shalat mengeraskan bacaannya. Ramadhan kali ini, sempat sekali shalat tarawih dan bacaan imam nya begitu merdu. Kata teman saya sih, itu mah rata-rata Salman... Haiaa, cem mana pula above averagenya?

Saya juga masih sangat ingat Ramadhan beberapa tahun lalu, shalat malam di beberapa hari terakhir Ramadhan. Ada seorang imam yang begitu, ah entahlah begitu apa, sampai menangis dalam bacaannya, dalam shalatnya. Menyentuh, banget, banget, banget, sampai sebagian jama’ah ikut meneteskan air mata. Dan, saya mau mau mau lagi di imami oleh imam yang seperti itu.

9. Makmur.

Sebagai masjid kampus, masjid Salman ramai oleh berbagai kegiatan yang dapat diikuti bukan hanya oleh civitas academica ITB saja. Beberapa unit-unit kegiatan Salman yang (sepertinya) cukup ramai baik anggota maupun agenda nya antara lain:

          

  • KORSA,¬†Korps Relawan Salman ITB
  • Karisma,¬†Keluarga Remaja Islam Salman
  • PAS,¬†Pembinaan Anak-anak Salman ITB
  • Ma’ta,¬†Majelis Talim

dan banyak lagi yang lainnya seperti Pustena (Pusat Teknologi Tepat Guna), Bioter (Biologi Terapan), Aksara dll.

Salman juga menyediakan beasiswa aktivis Salman bagi mahasiswa yang aktif di unit atau divisi di Yayasan Pembina Masjid Salman, selain beasiswa-beasiswa lain seperti beasiswa Adzan, pengajar Qur’an, Visi dll.

Masjid Salman ramai! Di akhir minggu, kita dapat melihat anak-anak kecil atau remaja yang sedang mengikuti pembinaan, mahasiswa-mahasiswa yang melingkar berdiskusi ataupun hanya sekedar beristirahat dan menunggu waktu shalat, dan di waktu-waktu tertentu juga berbagai seminar/pelatihan/bazaar seringkali diadakan di sekitar areal Salman.

Di bulan Ramadhan, biasanya dibentuk kepanitiaan Ramadhan, yang menyemarakkan Ramadhan di Salman dengan berbagai kegiatan… dan salah satunya (konon) 1000 paket buka puasa gratis!¬†(Inti dari kicauan panjang saya sebenarnya ini, buka geratiiisss, :P)

Ahya, sekicau saja puji-pujian dan review masjid terbaik dari saya, yang ditulis berdasarkan pengalaman, kesotoyan, dan kegalauan. Kritiknya kapan-kapan saja, karena sampai detik ini, baru bisa ngomeng dan jadi penonton, tanpa berpartisipasi lebih lanjut untuk kemakmuran masjid.

Masjid Salman memang tidak megah, tapi pernah dengar, kalau masjid sudah megah-megah, kiamat sudah dekat. Hmm, hmm, hmm… Mending buat buka puasa gratis saja ya? (meuni keukeuh :P, just kidding)

Advertisements

6 thoughts on “Masjid Terbaik

  1. salam kenal juga kak. tulisannya sudah mentok, silahkan kalo mau di post, syukur-syukur kalo bisa bermanfaat ūüôā
    sekalian saya juga izin post gambar dari salmanitb.com ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s