0

seperti membaca surat cinta dari Dia, paham?

Jika ada yang bilang Ku lupa kau
Jangan kau dengar
Semua itu karena Ku cinta kau

Jika ada yang bilang Ku tak baik
Jangan kau dengar
Semua itu karena Ku cinta kau

Saat kau ingat Aku Ku ingat kau
Saat kau rindu Aku juga rasa
Ku tahu kau s’lalu ingin denganKu
Ku lakukan yang terbaik
Yang bisa Ku lakukan

Jika kau tak percaya padaKu
Sakitnya Aku
Jika lebih dengar mereka
Sedih hatiKu

Semua itu karena ku cinta Kau.. Kau..

0

Bagaimana rasanya kehilangan dua?

Bahkan saat tak memiliki satu saja, tangisan selalu datang membangunkan malam.

Bagaimana rasanya sendirian dalam keramaian?

Bahkan kesepian saja menemukan tempatnya dalam pengasingan.

Bagaimana rasanya hidup tanpa ada tangan yang membanggakan?

Bahkan ada saja kadang rasanya bagai hilang tujuan.

 

0

lalu, lagi

 

adakah mata menipu
adakah telinga mengelabui
atau pikiran alpa mencerna segala indera

lalu setan-setan tak terkendali
membesarkan rasa
menyuburkan asa
menghempaskan logika
yang lalu sembunyi entah kemana

bandungs satellit city, kemarin

 

0

Ladang Cinta dan Doa

Ada satu hal, yang mungkin terlambat saya sadari. Bahwa beberapa hari ini, saya seneng benerrr. Pulang ke rumah selalu di atas jam 9 malem. Setelah urusan perut dan jidat yang tertunda, anehnya masih tersisa semangat untuk ngoprek laptop, sekedar bikin-bikin jargon, publikasi atau apalah yang nyambung sama ladang ini, tanpa diminta. Terlambat saya sadari, jika saya begitu semangat mengerjakannya, walau akhirnya baru bisa tidur dini hari. Continue reading