Supernova dan Iman saya

 

Kemarin baca Partikel, merelakan diri 5 jam-an dikerlingi SPG yang mungkin dalam hati mikir, ini perpust atau toko buku? (ge-er)

Ternyata saya suka! Kaget juga kenapa bisa. Dulu pernah ngintip sekilas, dan rasanya Partikel mirip sama Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh. Saya lebih suka Petir yang konten dan tokohnya terasa humble, membumi.

Ternyata saya sukkaaa. Saya suka membaca tentang fungi, petualangan mencari foto kehidupan liar di belantara,dan petualangan spritual yang sci-fi banget. Bahkan sedikit cinderella story nya Zarah.

Saya suka, banget-banget sama Partikel, mungkin lebih suka bahkan dibanding Petir yang dulu saya sanjung-sanjung.

Tapi…Sebagai muslim sebenernya gerah juga bacanya. Bukan gerahnya saudara Nasrani membaca TheDaVinciCode. Gak sampai mengguncang iman saya kok. Hanya kesannya muslim-muslim disitu semuanya pendoktrin yang enggan didebat. Jika Dee bisa berbicara begitu panjang lebar tentang Bwiti, dan dulu di buku Petir tentang meditasi. Agama-agama (yang bagi pembaca seperti saya) itu menjadi begitu berkilau di jalinan kata-kata Dee. Giliran kali ini Dee berbicara tentang Islam. Segitu doang. Guru agama yang mengusir muridnya keluar. Abah yang menampar cucunya sampai bibir sang cucu menyentuh lantai.

Mungkin karena Islam adalah mainstream. Dan yang seru memang yang melawan mainstream. Mengupas Islam di sebuah novel seperti Supernova mungkin akan basi, tidak seeksotis menghamparkan ritual Bwiti, kebaikan hati seorang guru Liong.

Saya jadi membayangkan, novel Supernova yang lahir di tengah-tengah agama-agama tersebut. Akankah Islam muncul sebagai agama nan eksotis? Yang mengajarkan kita ‘bermeditasi’ wajib sehari lima kali, yang menyuruh melatih hawa nafsu sebulan penuh, yang mengajarkan menanam tanaman dan menyayangi hewan-hewan, yang penganutnya santun-santun sekali, yang bajunya rapat gak bikin horni.

Tapi tampaknya akan sulit sekali. Sulit. Bukan salah Dee, karena apa yang Dee lihat adalah apa yang kita tampilkan. Banyak penganut Islam yang didoktrin dan hanya mengandalkan doktrin pula. Juga dengan perilaku. Islam, penganut Islam maksudnya, gaya hidupnya udah gak ada bedanya dengan orang yang agnostic, atau mungkin dengan yang atheis.

Tidak ada lagi unsur meditasi dalam shalat, saya mau khusyuk setengah mati rasanya. Tidak ada lagi pemuda Islam yang janjian sama orang, 3 hari orangnya gak dateng masih ditungguin juga. Tidak ada (jaraang) lagi orang Islam yang naik mobil menyapa pejalan kaki. Tidak ada (jarang) lagi orang Islam yang membangun rumah setinggi badannya sendiri.

Islam, penganutnya maksud saya, atau kita khususkan lagi, saya sebagai penganutnya, sudah jauh-jauh-jauh dari kata eksotis. Mainstream semua. Saya menonton film hollywood yang sama, memakan junk-food yang sama. Perilaku saya tidak berbeda, bahkan lebih buruk. Udah gak eksotis lagi.

Jadi ingat hadits ini,

”Islam pertama kali dalam keadaan terasing dan akan terasing kembali seperti semula. Maka berbahagialah orang-orang yang terasing.” (diriwayatkan oleh Imam Muslim, no.145. )

Islam sedang tidak terasing saat ini, penganutnya bisa kita temukan di tempat pelacuran, pub, dan tempat pemutar riba.

Sekarang ditambah lagi segolongan JIN (eh maaf salah tulis, kayaknya JIN juga gak segitunya ya), yang bersemangat me-mainstream muslim. Menyetujui praktek homoseksual, Quran disesuaikan dengan zaman, emansipasi yang bukan kebablasan, tapi salah tujuan.

Oleh karena itu saya angkat topi deh, bagi cewek-cewek berkerudung rapat dan cowok-cowok bercelana sontog. Terasing dari peradaban negara fashion. Mengasingkan diri di taklim atau liqo-liqo.

Salute! Selamat mengasingkan diri dan menjaga Islam dalam keterasingan. Supaya dilirik Dee untuk jadi agama yang lebih eksotis di Supernova (lho?!)

Advertisements

2 thoughts on “Supernova dan Iman saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s