Putri Abu-abu (cover)

Catatan: Kisah ini diadaptasi secara ngasal dan bebas sebebasnya dari http://www.facebook.com/notes/vicka-farah-diba/putri-abu-abu/10150550604992089

Kesesuaian cerita dengan kehidupan nyata kemungkinan disengaja.

Kemelanturan mungkin sengaja gak sengaja

———————————————————————————————

 

“Namun terlambat, hampir semua gelas gelas telah dipecahkan putri sehingga sang penyihir yang hampir musnah itupun lenyap ke dalam cermin sambil membawa serta jiwa bahagia putri dan mengutuk sang putri pelangi menjadi putri abu abu yang akan selalu kesepian serta menebarkan kesedihan dimana saja ia berada sampai kutukan dapat dihapuskan”

 

Saat Pangeran Brengsek pergi, dia menyumpah-nyumpah bahwa segala hal yang jelek akan terjadi pada Putri Abu. Putri Abu yang pintar dan berpengetahuan luas (seharusnya) tersugesti begitu kuatnya. Dia percaya bahwa kata-kata sang Pangeran begitu bertuahnya. Dia pikir, sang Pangeran kan sebegitu sakti mandragunanya, jadi pasti, pasti, pasti, kata-katanya menjadi nyata. 

You are what you think. Dan kita tahu, kemana cerita membawa kehidupan Putri Abu-abu selanjutnya…

 

“Putri pelangi yang cantikpun kini berubah menjadi putri abu abu, dia selalu bersedih dan menyanyikan lagu kesedihan. Siapa saja yang melihatnya akan merasakan kesedihan mendalam sampai ingin mati. Tanaman dan bunga bunga pun membeku setiap dilalui oleh putri abu abu. Sehingga negeri pelangi yang indah itu kemudian diselimuti salju dan mendung tebal akibat kutukan sang penyihir”

 

Setiap hari Putri Abu tenggelam dalam kesedihan yang diciptakan pikirannya sendiri. Sayang seribu sayang. Pernah dengar teori tentang aura negatif yang menyebar? Ya, ya, itu yang terjadi sekarang! Kesedihannya menular kemaaana-mana.

Raja dan Ratu pelangi, ikut bersedih melihat kondisi Putri Pelangi, eh Putri Abu. Bayangkan, Putri kesayangan, Putri yang harusnya jadi kebanggaan menjadi… hmmm, ya begitulah. Putri yang mereka didik, dan sayangi sepenuh hati, yang seharusnya merawat mereka dikala sekarang mereka telah menjadi tua. Beban pikiran, akhirnya hanya membuat mereka sakit sedih berkepanjangan.

Bukan hanya mereka, bunga-bunga kesayangan sang Putri, yang seharusnya di siram dan dipupuk setiap hari pun layu.

Layu. Layu karena Putri tidak menjalankan tugasnya. Sebagai Pelangi, seperti namanya, yang turun saat mentari datang seusai hujan turun. Yang menghapus sakit setelah datangnya mendung. Bukan, bukan seharusnya pelangi malah menjadi mendung. Teorinya, at the end of storm is a golden sky. Bukan habis hujan, datanglah mendung.

 

“Sang raja merasa terganggu dengan perubahan yang terjadi di negeri pelangi. Tidak ada lagi buah buahan segar ataupun buku buku bagus yang diperdagangkan dari negeri pelangi. Dia kemudian membentuk sebuah pasukan khusus untuk membebaskan negeri pelangi dari kutukan.  Tak lupa, ia juga mengajak sang pemuda jujur kepercayannya itu untuk berangkat bersamanya”

 

Alkisah, sebenarnya negeri Pelangi adalah eksportir warna-warni. Bukan hanya Merah Jingga Kuning Hijau Biru Nila Ungu, tapi juga Magenta, Pistachio Green, Icy Purple, Cadmium Yellow, Crimson dan lain-lain. Katalog lengkap warna jualannya negeri pelangi bisa dilihat di http://en.wikipedia.org/wiki/Color. Negeri Pelangi adalah negeri kaya raya. Siapa sih tidak butuh warna. Dolar Amerika pun dicetak membutuhkan berjuta warna.

Tapi itu duluuu.

Sekarang negeri Pelangi hanya mampu menjual mendung, putih dan hitam, dan campurannya, yaitu abu-abu muda, abu-abu tua et cetera. Negeri Pelangi menjadi miskin. Gak ada dong yang mau beli. 

Tapi siapa peduliiiii? Dunia tidak berubah hanya karena satu negeri mati merana. Toh negeri Pelangi gak jualan, yang lain mengambil kesempatan. PBB? Aduh, selama Dewan Keamanannya masih Amerika, nunggu PBB, mimpi kali yee.

Bahkan Tuhannya dunia nyata aja gak mau nolong kok, orang Dia bilang gini, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11. Dia hanya akan mengulurkan tangan, jika dan hanya jika, negeri Pelangi menggapaikan tangannya kepadaNya.

 

 

bersambung. cerita sambungan akan segera dilanjutkan setelah penulis mendapatkan moodnya untuk menulis.

kapan? tentu saja entah kapan. karena katanya, kemalasan selalu mengalahkan segalanya.

 

Advertisements

One thought on “Putri Abu-abu (cover)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s