Cerpen Koran Minggu

Cerpen Meutia Fauziah (Republika, 3 Februari 2013)

Tanah Keramat ilustrasi Rendra Purnama

KAMPUNG Sedap Malam yang terkenal dengan bebunga merimbun dengan harum memuaikan itu sedang dilanda musibah. Kampung itu tak lagi sedap dihirup. Harum bunga yang tumbuh liar di segala penjuru kampung itu kalah dengan bebauan yang belakangan timbul tenggelam menggerayangi hari-hari dan mimpi. Bau darah dan daging busuk sayup-sayup beterbangan terbawa angin ke utara, selatan, ke segala penjuru ke mana angin pergi. Ketika udara menjadi lengang, angin tak datang, bau itu hilang. Tapi cuma sekejap. Dan udara busuk kembali membentangkan tabirnya.

View original post 1,558 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s