Move On. Seperti itu Mudah.

Saya sering bilang sama teman saya untuk move on. Seperti itu mudah.

Namun sekarang, saya terduduk di kamar. Memandangi setumpuk barang yang harus saya pindahkan. Sebagian barang-barang yang sudah saya tidak perlukan lagi, ingin saya jual, atau saya buang. Barang-barang itu kecil, mungkin remeh temeh, dan tidak bernilai guna.

Jaket almamater, kancing-kancing universitas, lencana-lencana, topi-topi, ransel itu, celana dan sabuk putih. Sebagian didapat sebagai tanda jerih payah, sebagian sebagai tanda tanggung jawab. Sebagian pertanda perjalanan panjang. Sekarang untuk apa?

Saya ingin move on. Seperti itu mudah. Tapi tidak semudah itu rupanya melempar barang-barang tidak berguna. Padahal manusia dan kenangannya tidak bergerak kemana-mana. Dan tangan saya masih mengusap kancing-kancing itu, masih menggenggam lencana-lencana itu, masih memandangi celana putih itu. Seolah nanti saya akan kembali ke masa itu, dan memerlukan mereka lagi.

Ah, saya ingin move on. Seperti itu mudah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s