0

Bukan Hipokrisi dan Slogan-slogan

Saya baru saja menengok isi buku Tepian Tanah Air, 92 Pulau Terluar Indonesia (Indonesia Bagian Barat). Buku ini merupakan dokumentasi kumpulan catatan perjalanan dan foto dari Ekspedisi Garis Depan Nusantara yang dilakukan Wanadri, kadang terkenal juga dengan sebutan ekspedisi pulau terluar.
Continue reading

Advertisements
0

mimpi, lain kali

bilang apa, rindu?
ragu.
mau bertemu?
tidak mau.
#
jujur.
berpikir.
sedikitnya ingin tahu.
#
membawa ke tempat dimana bintang-bintang mendekat. bisa?
menepi ke jurang-jurang ngeri. bisa?
atau berteriak di pantai, yang ombak nya sering berteriak pula.
lalu mengayuh menebas udara, sampai pipi kelu.
mungkin memelukkan, dengan tanah hangat.
dengan sejuta mimpi, masa muda.
serta sebungkus indomie, campur kuman bakteri.
dan sosis panggang belum matang, gosong di tepi.
#
mimpi. membuat ingin berlari.
tapi biarkan. ego. logika. nurani.
bertarung sampai keki.
selamat logika. menang kembali.
mengantar pada realisasi,
dari, mimpi?
#
ayo? hanya semalam, atau dua. selambatnya tiga.
sudah lama. ingin bertemu.
bilang. lain kali.
(dalam hati) maaf, mungkin bukan ingin ini.
***

akhir minggu, kedua, bulan 10, tahun kelinci

0

Menyelami Pola Pikir Anak Didik

Salah satu hal paling sulit saat mengajar buat saya, adalah memahami pola pikir anak didik saya. Mungkin, dari dulu bawaan saya emang cenderung egois kali ya. Selalu menganggap cara yang saya percaya, adalah yang terbaik. Sampe seringkali saya gak mau pakai cara yang diajarkan guru. Bukan gak mau, tapi mungkin gak mengerti. Lebih tepatnya gak mau mengerti, atau terlalu malas untuk mencoba memahami.
Continue reading

0

Jangan Bawa Mie ke Gunung!

Setuju gak sih kalo Indo*ie itu makanan paling enak sedunia? Murah lagi. Gampang pula bikinnya. Kenyal-kenyalnya itu lhooo.. Bumbunya itu lhoo… ahahaha.

Sekarang bayangin makan makanan terenak di dunia, di samping api unggun, di bawah bintang-bintang, setelah badan capek banget seharian mendaki? Enak? Ya iyalah pasti.

Dari dulu, mie makanan juara yang gak pernah saya tinggalin buat dibawa naik gunung. Tapi sekarang saya udah mikir dua kali buat bawa mie naik gunung.

Kenapa?

1. Mie itu bakal nyerap air dari tubuh kita, Continue reading

0

Ceremai, Menara Pertama Saya

Sebenarnya saya sudah malas sekali menulis tentang Ceremai. Udah 4 taon sih haha. Pastinya hampir gak ada informasi bermanfaat yang bisa saya tulis, karena hampir semuanya udah lupa. Tapi membaca postingan di sebuah blog tentang menulis, bikin saya ingin menulis lagi. Ceremai, salah satu gunung yang paling berkesan buat saya. Kalau suatu saat saya pikun, gak rela saya ngelupain kenangan yang satu ini, lebaybro, hahaha.

Ceritanya dulu, 4 taunan yang lalu (lebihhhh), saya masih level kacung (baca:siswa) yang baru aja menyelesaikan pendidikan biar boleh jadi perwira di Yon 1. Ngiri banget dulu itu, kalo ngelihat seniro-seniro naik gunung kemana-mana. Continue reading