Life (dan roda) is a Game, not a Presentation

“Roda is a game, not a presentation” (ka Paul Fininho). Roda, the circle of life. Jadi kepikiran, hidup juga gitu ya?

Bukan presentasi. Jadi gak perlu repot ama bikin orang kagum, atau pusing sama komentar orang.

Hidup kan sekedar “permainan”. Permainan untuk dinikmati. Bikin kita seneng, dan orang yang maen ama kita juga seneng.

Ambil resiko, biar bisa naik level. Makin susah makin asyik kan? Kalo gagal, ulang terus dong ampe jago. Daripada jagonya dilevel itu-itu juga?

Jangan curang, “Apa sih asyiknya maen game pake cheat?” ( Bang Satrio).

Menang. Bukan menurut penonton, tapi menurut Juri, yang Maha Adil.

Haha, tapi saya masih terjebak menjadikan hidup (dan juga roda), jadi ajang presentasi. Kelabakan, hanya karena ingin dipuji. Ragu nentuin pilihan, kejebak ikut-ikutan mainstream. Main aman. Takut susah, takut gagal. Mandek.

Mungkin banyak juga yang kayak gitu ya. Menghidupi hidup setengah mati. Kerja dari pagi ampe pagi, sekedar buat beli mercy (biar bisa bikin iri)… Ampe stress sendiri. Mana ada permainan bikin depressi?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s