Saudara-saudara, Saya Hanya Ingin Kalian Tahu

Dari dulu, larangan gak bolehnya seorang muslim mengucapkan selamat hari raya kepada pemeluk agama lain, banyak diperdebatin. Saya sih cenderung setuju untuk gak perlu ngucapin selamat. Bukan rasis sih, beberapa temen dekat saya juga banyak kok yang agamanya beda.

Dulu saya sempat mikir, gak masalah ngucapin selamat Natal, karena itu hari kelahiran Nabi Isa A.S dalam perspektif agama saya. Cuman kalo dipikir-pikir lagi, kalo gitu harusnya ngucapin selamatnya ke sesama muslim aja dong hehe. Kalo saya bilang gini ke saudara yang Nasrani, misalnya, “Selamat Ulang Tahun Nabi Isa ya..”, kayaknya jadinya malah gak toleran banget, iya gak? Hehe.

Saya sih gak ngerti fatwa, hadits dan lain-lainnya ya, mungkin bisa dilihat di situs MUI untuk yang pro atau situs JIL untuk yang kontra. Saya cuma bisa berkomentar melalui pemikiran sederhana, saking gemasnya karena muslim dianggap gak toleran karena masalah ini.

Saya rasa, sebagian besar agama, menganggap pemeluk agama lain, mengikuti jalan yang kurang tepat, kalo gak mau dibilang sesat. Ini no SARA ya, karena saya tidak menjelek-jelekan agama.

Sepengetahuan saya, dalam Kristiani orang yang tidak menerima Kristus sebagai Juru Selamat, akan masuk neraka (CMIIW). Dalam Islam, orang yang menyekutukan Allah juga akan masuk neraka. Kasarnya sih memeluk agama lain itu salah dan berdampak negatif aka masuk neraka.

Di bold ya, no SARA.

Oke, analogi berlanjut, taruhlah lo punya adek yang konsumsi narkoba. Disini semua manusia yang berakal sehat dan berbudi baik, ngerti kalo narkoba adalah sesuatu yang jelas salah. Karena dia udah dewasa, lo udah gak bisa lagi ngatur-ngatur dia, atau maksa dia. Karena kita sayang, kita masih traktir dia makan, masih peluk dia kalo ketemu. Tapi justeru karena kita sayang, gak bakalan pernah kita bilang sama dia, SELAMAT MERAYAKAN fly ya, SELAMAT MENGKONSUMSI NARKOBA, HABIS INI LO MATI OVERDOSIS.

Kenapa? Ya karena kita sayang, dan karena kita tau drug abuse itu salah dan berdampak sangat negatif buat adek kita tersayang.
Terus harus saya bilang sama sahabat saya, saudara saya, yang berbeda agama, selamat hari raya? Karena yang terbayang di kepala saya, SELAMAT YA KAMU SALAH PIIH JALAN, ABIS INI KAMU MASUK NERAKA.

Buat saya toleransi beragama cukup dilakukan dengan tidak mengganggu kebebasan beribadah agama lain, bagiin opor lebaran dan minta maaf ke tetangga non-muslim, dan masih banyak deh contoh lainnya.
Saya rasa, umat Hindhu di Bali tetap berbahagia merayakan Nyepi tanpa mendapat ucapan selamat dari saudaranya yang Muslim, selama si Muslim tau diri untuk gak berisik, gak bikin ribut dengan keliaran berkendaraan bermotor.

Oh, just my 2 cents.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s