Presiden Saya:: Gus Dur

Selama menjabat, Gus Dur banyak sekali menimbulkan kontroversi. Tapi banyak juga yang mengganggap Gus Dur sebagai seorang yang unik dan cerdas sebagai pemimpin bangsa, terutama saat menghadapi konflik, maupun perbedaan agama.

Pak Hermanto Kosasih pernah bercerita, saat beliau mencontohkan Gus Dur sebagai pemimpin ber emotional quotient tinggi. Ceritanya, saat Gus Dur diminta mundur, yang bersangkutan menjawab enteng, “Mundur?” sahut Gus Dur. “Sampeyan ini bagaimana, wong saya ini maju aja susah, harus dituntun, kok disuruh mundur!”. Sebuah ucapan enteng, yang tidak mungkin keluar dari manusia biasa, terlebih di tengah konflik yang beliau hadapi.

Atau post di blog pak Armein Z Langi yang kebetulan saya baca,

Maka saat Gus Dur angkat mikrofon di depan para pendeta pemimpin gereja Indonesia, dia menceritakan seorang Kyai sahabatnya yang menjadi resah sekali. Dia duduk termenung di pesantrennya. Ilmu dan keluhuran kyai ini sudah sangat tinggi, sehingga ia sering di sapa langsung oleh Tuhan seperti seorang sahabat.

Melihat sahabatNya termenung resah, Tuhan datang menghampiri sang kyai dan menyapanya, “Kiai, mengapa engkau begitu gundah hari ini …?”

“Ya Tuhan, saya sedang susah,” kata sang kiai, “Putri bungsu saya berkenalan dengan seorang Kristen, dan jatuh cinta. Sekarang dia memaksa akan menikah di gereja, dan saya tidak berdaya menghentikannya. Apa kata orang-orang nanti mendengar putri seorang kiai seperti saya menikah di gereja?”

Tuhan ikut susah, duduk di samping kiai, dan menepuk bahu sahabatNya itu. Ia mencoba menghiburnya.

“Ah, kamu itu belum apa-apa,” kata Tuhan dengan penuh simpati dan ikut susah dan senasib, “Anak Saya satu-satunya semata wayang malah masuk Kristen…!”

Tawa para pendeta meledak mendengar lelucon Gus Dur ini, dan mereka bertepuk tangan dengan hormat, kagum, dan terpesona.

Itulah Gus Dur. Sangat cerdas.

Saat dia tahu hopeless untuk bertengkar dengan para pendeta tentang keyakinan, dia memilih untuk menyampaikan keresahaan pemimpin Islam pada para pendeta dalam bentuk humor. Dan humor yang sangat cerdas.

Saya tidak terlalu mengenal sosok Gus Dur, dan tidak terlalu ngefans ataupun sepenuhnya setuju pada kontroversi-kontroversi yang beliau timbulkan. Tapi hal-hal diatas tak pelak membuat saya kagum juga. Bahwa dibalik kekurangan beliau, serta singkatnya masa kepemimpinannya, beliau menjadi bapak yang dikenang bangsa, yang cerdas menanggapi konflik dan perbedaan. Orang hebat 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s