Coba itu Kamu Kepoin Dia di Facebook

Dia, diri kamu sendiri. Saya melakukan ini beberapa jam yang lalu, scrolling down halaman facebook sendiri. Saya buka tiap post tanpa terkecuali.

And I learned my lessons. I also gained all the memories, khususnya mulai empat tahun yang lalu, dua pertiga perjalanan saya di kota ini.

Saya menemukan komen-komen dan wall post berbalas seru dari teman yang kini sudah enggak pernah kontak-kontak lagi. Betapa banyak canda tawa dan keakraban disitu. Dan saya rinduuu :). Betapa banyak manusia-manusia yang datang dan pergi dalam hidup saya. Betapa mudah mencari  teman baru, tapi betapa susahnya mempertahankan yang lama. Pelajaran pertama, silaturahmi adalah poin terendah saya.

Saya terus melihat status-status saya, dan melihat bagaimana saya mereply komen-komen. ALAY. Banget. Wajar lah ya, kan dulu umur saya masih belasan haha. Bahkan setelah saya pikir-pikir, kadang bebas betul ya saya ama senior haha”>baru nyadarrr. Tapi saya kangen saya yang lama, yang melakukan sesuatu apa adanya, spontan, polos (hahahaha, iya gitu), tanpa kelamaan mikir, terbuka buat berteman sama orang baru. Oh, I really miss the old me…

Namun, pelajaran yang paling mengerikan yaitu, betapa waktu itu berlalu. Banyak hal yang tidak bisa diulangi, banyak waktu yang hanya bisa dipandangi, ditertawai, dan sebagiannya lalu di sesali. I learned my lessons. Live life to the fullest. Gampang buat ditulis, setengah mati buat dikerjakan. But.. I’m promise I’ll try :).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s