Mimpi

01.29 pm, 16’11’13

Didepan saya ada kolam renang tenang, ada juga buku Rantau Satu Menara punya Laras.
Sebelum saya lupa dan mumpung suasana sangat mendukung, saya ingin bercerita tentang mimpi duniawi terbesar saya. Berkeluarga dan berbahagia.
Saya tidak pernah membayangkan mobil mewah dan rumah megah. Tidak. Hanya keluarga bahagia saja. Entah kaya raya, entah sederhana. Kerajaan kecil, seorang raja, pangeran-pangeran dan putri-putri kecilnya. Di singgasana ratu saya bertahta.
Mungkin menjelang isya, saya bisa bercerita pada pangeran saya tentang titik yang sangat terang dilangit malam. Itu bukan bintang sayangku, bukan juga lampu pemancar. Itu Venus. Planet terdekat dari bumi kita. Disaat yang sama, mungkin raja sederhana itu sedang bermain bersama putrinya, berpura-pura menjadi sapi.
Its not too much, isnt it?
Namun, saya belum siap untuk menjemput mimpi itu, belum. Masih ada gunung-gunung yang ingin saya daki. Saya ingin memakai seragam biru itu, menjelajah titik paling dingin dan paling panas dipenjuru dunia. Masih ada orangtua dimana bakti harus saya labuhkan, sebelum menambatkan bakti pada seorang pemuda.
Dan yang terpenting dari semuanya, saya masih butuh banyak waktu untuk memantaskan diri. Sehingga kelak pada masanya saya bertahta, saya ratu yang diselebrasi, bukan di toleransi oleh kerajaaannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s