Djokjaaa

Makin lama level kebetahan saya di kota ini semakin gak wajar. Rasa-rasanya, test demi test yang saya ikuti seakan hanya menjadi alasan untuk tetap tinggal di kota ini.

Man saara ala darbi wasala
Siapa yang berjalan di jalannya, akan sampai ke tujuan

Saya datang kekota ini untuk mengetuk gerbang, bertanya apakah saya boleh melewati itu. Gerbang-gerbang itu terbuka, bahkan sebagian mempersilahkan masuk sebelum saya ketuk. Saat melihat gerbang-gerbang itu terbuka saya diam, dan tak ingin berjalan. Saya selalu meyakini, bahwa akan selalu ada gerbang-gerbang indah yang mempersilahkan saya masuk. Hal yang selalu saya pertanyakan, akankah saya menikmati perjalanan ini? Akankah saya sampai ke tujuan?
Gerbang-gerbang itu semakin terbuka, keraguan semakin kuat menyerang.

Man jadda wa jadda
Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil

Lantas? Bagaimana bisa bersungguh-sungguh bila kita tak yakin ingin? Bagaimana bisa berhasil bila tidak bersungguh-sungguh? Bila dari awal tidak mengejar keberhasilan, untuk apa perjalanan ini diteruskan?

Setengah dari perjalanan adalah berpikir. Dan yogya tidak memiliki angkot. Dan bila saya bertanya jalur bus, saya akan diantar, saya akan merepotkan, lagi, dan lagi. Sebagai orang yang mengaku suka berjalan kaki, saya menikmati ini sebagai alasan untuk bersantai di jalan ditemani alat navigasi. Imajinasi saya bergulir seiring saya melangkahkan kaki.

Bagaimana bila saya tinggal saja di kota ini? Cuacanya tidak terlalu panas, dan tidak cukup dingin untuk membuat saya malas mandi. Masjidnya sederhana, namun terawat dan bersih. Harga makanan kadang tidak masuk akal karena bahkan kamu bisa dapat nasi ayam penyet enak seharga 6000 ribu rupiah. Banyak tempat yang menarik untuk dikunjungi. Banyak bule lumayan bisalah buat tepe-tepe #plakkk. Mungkin disini saya bisa jualan cilok bandung beserta berbagai variasi aci yang seperti cipuk dan cilung. Karena yang berbau-bau bandung sepertinya selalu laku. Selama saya tidak jualan mojang bandung saja.

Haha, saya akui. Kali ini saya galau tingkat dewa. Galau yang tidak jelas ujung pangkalnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s