Senja

Mas seno menginginkan sebuah negeri Senja. Dimana matahari tak pernah benar-benar terbenam, dan senja selalu abadi, senja yang keemasan. Mas seno menginginkan negeri senja dimana orang-orangnya selalu  diliputi kebahagiaan, kala menikmati langit yang selalu kemerahan.

Saya, cukuplah meminta negeri di atas awan. Dimana senja, tanpa harus selalu keemasan, terlihat cantik bersama cakrawala dan tumpukan awan.
Senja disini tak perlu abadi, karena setelahnya, malam akan tampak luar biasa, dengan tumpukan bintang menyajikan sendratari yang menghibur semesta sejak berjuta tahun cahaya silam.
Senja di negeri ini akan selalu dirayakan pengembara-pengembara yang memuja kebebasan. Sebelum mereka terlelap diatas rumput yang terhampar, dibuai angin yang membelai.
Senja di negeri ini tak membuat mereka melupakan fajar. Fajar yang muncul perlahan, ditunggui para pengelana sembari menggigil kedinginan. Fajar yang di negeri lain seringkali terlupakan, padahal dia selalu indah dan juga kadang keemasan.

Saya benar-benar merindukan negeri di atas awan. Negeri tak berpenghuni karena semua orang hanya singgah sebentar. Negeri sepi yang melewatinya akan merasa kaya raya karena alam yang terbentang tidak pernah terbatasi pagar.
Disana, saya, pemimpi yang terkekang, memuja senja, dan bukan hanya itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s