1

Desir Pesisir

Mari kita kemari
Ke pesisir yang berdesir

Lepaskan dulu yang kamu genggam itu
Seperti yang kamu bisikkan dulu

Mari kita berlalu
Pada pasir itu

Kapal-kapal saja sudah berlabuh
Mengapa kamur masih hanya harus gaduh dan mengaduh?

Mari kita berlari
Nyiur sudah menari
Kala bayu melarikan banyu
Mengapa kamu masih hanya harus berdiri?

Mari, mari, kemari
Sebelum aku, kamu, dan pesisir itu
Lelah,
dan berhenti
berdesir

Advertisements
0

Desir Pesisir

Mari kita kemari
Ke pesisir yang berdesir

Lepaskan dulu yang kamu genggam itu
Seperti yang kamu bisikkan dulu

Mari kita berlalu
Pada pasir itu

Kapal-kapal saja sudah berlabuh
Mengapa kita masih hanya harus gaduh dan mengaduh?

Mari kita berlari
Nyiur sudah menari
Kala bayu melarikan banyu
Mengapa kamu masih hanya harus berdiri?

Mari, mari, kemari
Sebelum aku, kamu, dan pesisir itu
Lelah berdesir

0

Some people feels the rain. Other just get wet.

Some people feels the rain. Other just get wet.

Bob Marley

Sepertinya sudah lama saya tidak merasai hujan. Saya kini merasakan basah. Basah yang meenggankan diri untuk keluar kosan, menghentikan perjalanan saat pendakian, dan membuat pergiliran baju semakin sulit dilakukan.

Dulu, sewaktu basah bukan sesuatu yang mencekam. Saya merasakan hujan.

Kebebasan, ketika hujan turun di siang hari saat saya pulang sekolah. Bebas untuk hujan-hujanan, hal yang biasanya ibu saya haramkan.

Kehangatan, saat hujan turun dan saya rayakan dengan bergelung di sofa samping jendela. Ditemani susu cokelat dan selimut hangat.

Hujan besar kadang membuat jalan depan rumah saya menganak sungai. Aliran air bagaikan susu cokelat yang ditumpahkan besar-besaran. Apa yang lebih indah dari suatu sore dengan sungai susu cokelat yang mengalir depan rumah? Bersama segala sesuatu nya yang tampak basah. Pepohonan basah, rumput basah, jalanan basah, rumah tetangga basah. Di aliran sungai lalu berbagai bentuk kapal-kapalan kertas di percaya pembuatnya untuk mengarungi lautan, mencari tempat bermuara.

Saya pernah begitu merasai hujan, dulu. Sekarang, saya hanya takut basah.

0

Funny Bussiness: A Woman Career

Margo Channing, di All About Eve (1950)

Funny business, a woman’s career – the things you drop on your way up the ladder so you can move faster. You forget you’ll need them again when you get back to being a woman.

That’s one career all females have in common, whether we like it or not: being a woman. Sooner or later, we’ve got to work at it, no matter how many other careers we’ve had or wanted.

And in the last analysis, nothing’s any good unless you can look up just before dinner or turn around in bed, and there he is. Without that, you’re not a woman. You’re something with a French provincial office or a book full of clippings, but you’re not a woman. Slow curtain, the end.

All About Eve adalah film legendaris yang tayang lebih dari setengah abad yang lalu. Dan Quote diatas enggak pernah saya lupain. Sebuah reminder bagi para wanita yang hidup di akhir zaman.

It’s actually a very funny reminder.
Karir sebagai wanita, yang buat saya, saya gak ngerti dari mana mulainya. Bagaimana penilaiannya, sistem gajinya, kenaikan pangkat dan promosi jabatannya. How can I say that I’ll be good enough when I starting a career in ‘woman world’.

I dont have any academic transcript or degree on that major nor have any idea about the subject should be taken to achieve on of those. I simply feel don’t have any knowledge to be one good and dedicated woman.

Let’s just think about it later, later.