1

Desir Pesisir

Mari kita kemari
Ke pesisir yang berdesir

Lepaskan dulu yang kamu genggam itu
Seperti yang kamu bisikkan dulu

Mari kita berlalu
Pada pasir itu

Kapal-kapal saja sudah berlabuh
Mengapa kamur masih hanya harus gaduh dan mengaduh?

Mari kita berlari
Nyiur sudah menari
Kala bayu melarikan banyu
Mengapa kamu masih hanya harus berdiri?

Mari, mari, kemari
Sebelum aku, kamu, dan pesisir itu
Lelah,
dan berhenti
berdesir

Advertisements
0

Senja

Mas seno menginginkan sebuah negeri Senja. Dimana matahari tak pernah benar-benar terbenam, dan senja selalu abadi, senja yang keemasan. Mas seno menginginkan negeri senja dimana orang-orangnya selalu  diliputi kebahagiaan, kala menikmati langit yang selalu kemerahan.

Saya, cukuplah meminta negeri di atas awan. Dimana senja, tanpa harus selalu keemasan, terlihat cantik bersama cakrawala dan tumpukan awan.
Senja disini tak perlu abadi, karena setelahnya, malam akan tampak luar biasa, dengan tumpukan bintang menyajikan sendratari yang menghibur semesta sejak berjuta tahun cahaya silam.
Senja di negeri ini akan selalu dirayakan pengembara-pengembara yang memuja kebebasan. Sebelum mereka terlelap diatas rumput yang terhampar, dibuai angin yang membelai.
Senja di negeri ini tak membuat mereka melupakan fajar. Fajar yang muncul perlahan, ditunggui para pengelana sembari menggigil kedinginan. Fajar yang di negeri lain seringkali terlupakan, padahal dia selalu indah dan juga kadang keemasan.

Saya benar-benar merindukan negeri di atas awan. Negeri tak berpenghuni karena semua orang hanya singgah sebentar. Negeri sepi yang melewatinya akan merasa kaya raya karena alam yang terbentang tidak pernah terbatasi pagar.
Disana, saya, pemimpi yang terkekang, memuja senja, dan bukan hanya itu.

0

mimpi, lain kali

bilang apa, rindu?
ragu.
mau bertemu?
tidak mau.
#
jujur.
berpikir.
sedikitnya ingin tahu.
#
membawa ke tempat dimana bintang-bintang mendekat. bisa?
menepi ke jurang-jurang ngeri. bisa?
atau berteriak di pantai, yang ombak nya sering berteriak pula.
lalu mengayuh menebas udara, sampai pipi kelu.
mungkin memelukkan, dengan tanah hangat.
dengan sejuta mimpi, masa muda.
serta sebungkus indomie, campur kuman bakteri.
dan sosis panggang belum matang, gosong di tepi.
#
mimpi. membuat ingin berlari.
tapi biarkan. ego. logika. nurani.
bertarung sampai keki.
selamat logika. menang kembali.
mengantar pada realisasi,
dari, mimpi?
#
ayo? hanya semalam, atau dua. selambatnya tiga.
sudah lama. ingin bertemu.
bilang. lain kali.
(dalam hati) maaf, mungkin bukan ingin ini.
***

akhir minggu, kedua, bulan 10, tahun kelinci