0

Bila Beberapa Orang Nekad Bertemu

Nov’13

(Markirin maung (tiger), di Spbu. Masih 2 jam lagi ketujuan. Hujan makin gede)

X: Gede nih ujannya, bakal awet
Y: He eh

X: Jadi gimana?
Y: Shalat aja dulu deh
———————-
X: Gimana nih?
Y: (Ngejawab takut-takut) Hatiku sih maunya lanjut

X: Jadi ngikutin kata hati atau kata alam?

(Hening selama beberapa saat, hujan makin deras)

Y: Kamu maunya gimana?
X: Ya aku maunya lanjut

Y: Ya aku jugaa

(Spontan berdiri ambil helm. Nekad yang terbayar lunas oleh keindahan pantai Jogan, Gunungkidul)

Jan’11

Setengah perjalanan. Matahari mulai menghilang.
X: Udah maghrib nih
Y: Iyaa
Z: Berhenti kita?

X: Iya kayaknya, udah gelap
Y: Hmmm
Z: Bikin tenda disini ya kita

(Mengeluarkan makanan tanpa ada satupun yang berinisiatif mengeluarkan tenda)

X: Rame banget ya yang ngecamp disini
Y: Iya asa pengen lanjut
Z: Iya… pengen lanjut

(Dan akhirnya tiga orang gadis manis melanjutkan perjalanan di kegelapan. Gak ada rombongan lain lagi… duh. Terbayar lunas oleh pemandangan bintang-bintang yang terlihat sangat dekat, dan puncak Pangrango, akhirnya)

Sempurnalah cerita sebuah perjalanan, bila ditemani orang-orang nekad.

0

Bukan Hipokrisi dan Slogan-slogan

Saya baru saja menengok isi buku Tepian Tanah Air, 92 Pulau Terluar Indonesia (Indonesia Bagian Barat). Buku ini merupakan dokumentasi kumpulan catatan perjalanan dan foto dari Ekspedisi Garis Depan Nusantara yang dilakukan Wanadri, kadang terkenal juga dengan sebutan ekspedisi pulau terluar.
Continue reading

0

Jangan Bawa Mie ke Gunung!

Setuju gak sih kalo Indo*ie itu makanan paling enak sedunia? Murah lagi. Gampang pula bikinnya. Kenyal-kenyalnya itu lhooo.. Bumbunya itu lhoo… ahahaha.

Sekarang bayangin makan makanan terenak di dunia, di samping api unggun, di bawah bintang-bintang, setelah badan capek banget seharian mendaki? Enak? Ya iyalah pasti.

Dari dulu, mie makanan juara yang gak pernah saya tinggalin buat dibawa naik gunung. Tapi sekarang saya udah mikir dua kali buat bawa mie naik gunung.

Kenapa?

1. Mie itu bakal nyerap air dari tubuh kita, Continue reading

0

Ceremai, Menara Pertama Saya

Sebenarnya saya sudah malas sekali menulis tentang Ceremai. Udah 4 taon sih haha. Pastinya hampir gak ada informasi bermanfaat yang bisa saya tulis, karena hampir semuanya udah lupa. Tapi membaca postingan di sebuah blog tentang menulis, bikin saya ingin menulis lagi. Ceremai, salah satu gunung yang paling berkesan buat saya. Kalau suatu saat saya pikun, gak rela saya ngelupain kenangan yang satu ini, lebaybro, hahaha.

Ceritanya dulu, 4 taunan yang lalu (lebihhhh), saya masih level kacung (baca:siswa) yang baru aja menyelesaikan pendidikan biar boleh jadi perwira di Yon 1. Ngiri banget dulu itu, kalo ngelihat seniro-seniro naik gunung kemana-mana. Continue reading

0

Bintang-bintang Jatuh di Langit Sindoro

Three people enjoy the summer sky over the Del...

Three people enjoy the summer sky over the Delaware river, NJ, USA during the Perseid meteor shower in August, 2006.The picture is probably a photomontage. (Photo credit: Wikipedia)

Perseid meteor shower in Austin Texas.

Perseid meteor shower in Austin Texas. (Photo credit: Wikipedia)

Malam itu malam yang sudah lama saya tunggu. Mendaki bersama gerombolan sepi. Duduk di samping api. Tidur-tiduran di atas rumput yang baunya wangi. Menatapi bintang yang tak mau berhenti menari.

Malam itu dingin. Merapatkan badan sambil menatap langit setelah menyeruput susu jahe, kehangatan sederhana yang menyenangkan. Continue reading