0

Jangan Bawa Mie ke Gunung!

Setuju gak sih kalo Indo*ie itu makanan paling enak sedunia? Murah lagi. Gampang pula bikinnya. Kenyal-kenyalnya itu lhooo.. Bumbunya itu lhoo… ahahaha.

Sekarang bayangin makan makanan terenak di dunia, di samping api unggun, di bawah bintang-bintang, setelah badan capek banget seharian mendaki? Enak? Ya iyalah pasti.

Dari dulu, mie makanan juara yang gak pernah saya tinggalin buat dibawa naik gunung. Tapi sekarang saya udah mikir dua kali buat bawa mie naik gunung.

Kenapa?

1. Mie itu bakal nyerap air dari tubuh kita, Continue reading

Advertisements
0

Ceremai, Menara Pertama Saya

Sebenarnya saya sudah malas sekali menulis tentang Ceremai. Udah 4 taon sih haha. Pastinya hampir gak ada informasi bermanfaat yang bisa saya tulis, karena hampir semuanya udah lupa. Tapi membaca postingan di sebuah blog tentang menulis, bikin saya ingin menulis lagi. Ceremai, salah satu gunung yang paling berkesan buat saya. Kalau suatu saat saya pikun, gak rela saya ngelupain kenangan yang satu ini, lebaybro, hahaha.

Ceritanya dulu, 4 taunan yang lalu (lebihhhh), saya masih level kacung (baca:siswa) yang baru aja menyelesaikan pendidikan biar boleh jadi perwira di Yon 1. Ngiri banget dulu itu, kalo ngelihat seniro-seniro naik gunung kemana-mana. Continue reading

0

Bintang-bintang Jatuh di Langit Sindoro

Three people enjoy the summer sky over the Del...

Three people enjoy the summer sky over the Delaware river, NJ, USA during the Perseid meteor shower in August, 2006.The picture is probably a photomontage. (Photo credit: Wikipedia)

Perseid meteor shower in Austin Texas.

Perseid meteor shower in Austin Texas. (Photo credit: Wikipedia)

Malam itu malam yang sudah lama saya tunggu. Mendaki bersama gerombolan sepi. Duduk di samping api. Tidur-tiduran di atas rumput yang baunya wangi. Menatapi bintang yang tak mau berhenti menari.

Malam itu dingin. Merapatkan badan sambil menatap langit setelah menyeruput susu jahe, kehangatan sederhana yang menyenangkan. Continue reading

2

Arjuno-Welirang, Perjalanan yang Lebih Baik dari Dompet dan Seisinya :D

Copyright foto-foto: Saya, Thufayl, Reza, Cemlon, Bayu, Prayitno

Keywords: kecopetan, ngegembel di malang, diusir dari masjid, kena badai di lembah, dan….

Selasa, 23 April’13

Galau pengen nanjak, ketemu pacar. Lihat post ajakan Arjuno-Welirang. Cek jadwal uas. Asyik bisa nyempil antara dua uas.  Udah gak peduli lagi nanjak ama orang-orang yang gak dikenal, anggap aja blind date haha. Soalnya saya percaya sama pendaki. Orang jahat bukan tipe-tipe orang yang rela mau susah payah nanjak berjam-jam. Pasti aman Senyum dengan mulut terbuka, dan yang penting ketemu pacarrrr.

Rabu, 8 Mei’13

Pulang survey, merenung dan memutuskan mengikhlaskan gak ikut ke Arjuno. Banyak yang belum beres, dan pikiran masih stress. Iseng buka tiket.com, dan lho kok tiket ke Malang udah pada mau abis? Langsung booking dan 30 menit kemudian beresin pembayaran tiket. Aduuh sumpah, gak ngerti lagi hahaha.

Jumat, 10 Mei’13

Left Bandung brokenhearted. Gak enak banget perasaan. I was trying to make him proud, but I was too unresponsible to make it happen (editan terbaru: I DID make HIM PROUD, well, gak tahu pasti sih, tapi harusnya cukup iya… astaga rupanya kepedean si gue udah defisit drastis nih kayaknya).

Sehabis ngajar di Quantum, langsung ngacir ke stasiun buat tuker tiket. Nyampe sore, langsung beresin kamar dan packing. Ntah apa yang ada di otak, cuman bawa 1 stel baju ganti, dan gak bawa jaket. Puih. Nyicil tugas UAS bentar, dan ngacir jam 7 ke simpang Dago buat naek angkot ke Kiara Condong. Kereta capcus jam 20.30, dan nyaris ajaa ketinggalan. Another lessons, yang pastinya tetep gak bikin kapok. Hahaha, cih.

Dapet kursi paling ujung di kereta Kahuripan. Bete deh. Ternyata emang harus milih kursi ya bukan cuman asal beli hehe. Sepanjang jalan gak bisa nikmatin pemandangan. Gelap semua. Padahal keknya dulu pas naik kereta ekonomi zaman jahiliyah malah bisa lihat pemandangan karena kacanya bolong wkwkwk.

Sabtu, 11 Mei’13

Kereta nyampe jam 9an di Kediri. Sempat tanya-tanya ke Front Office tentang kereta ke Malang. Muahaaaaalll. Termurah, yang ekonomi, 45 apa 65 rebuan gitu. Cih, mending naik bis, 17 rebu. Nih kebetulan tetiba ada bapak baik hati nawarin nganter. Serem juga sih di awal. Tapi berhubung sifat saya yang polos dan selalu berprasangka baik (cih) saya terima tawaran itu. Lagian, salah satu alasan saya berani pergi ke Malang sendirian, dan nanjak bersama orang-orang yang gak saya kenal adalah saya percaya kalo orang Indonesia itu baik Senyum. Bapaknya beneran nganterin sampai tempat nunggu bus, dan bahkan menunggu hingga bus nya datang. Anaknya bapak kuliah di Unpad, angkatan 2011. Hmmm, insyaallah pak, ntar anak bapak juga banyak yang bantu Senyum.

Akhirnya saya naik bus Puspasari ke Landungsari. Gak ada yang spesial sih dijalan, kecuali tentang dompet yang hilang yang baiknya ga usah saya ceritakan. Ketahuan aja ntar bego dan sembrono nya heuheu. Continue reading

2

Cikuray Sangar, Cikuray Kekar

#Catatan ini melaporkan tentang berpasang mata merah menyala di kegelapan hutan, duri durjana dan jurang-jurang, gonggongan seram anjing-anjing penjaga malam, badai  pohon melintang, pembalakan hutan, dan indomie yang harus terlupakan.

Kisah ini kisah lima sekawan yang terpaksa melalui hutan di kegelapan (atas alasan ketakwaan), pipis berbarengan, kehilangan sahabat terbaik di kedalaman hutan. Sang penjaga air, pembawa tenda tanpa alas kaki, nona seluncuran lepas keseimbangan, penjelajah muda dengan sejuta asa dan cita, dan Bang Ari.

Bahwa sesuatu yang bisa dijadikan pelajaran dalam kisah ini adalah mengenai pemberitaan media yang tidak berimbang, perencanaan matang ekspedisi di atas awan, dan seharusnya, anjing menggonggong kafilah berlalu.#

29-30 Maret 2013, berawal dari Cikajang

… berlanjut