0

Ami’s Alay Dictionary

What the puk, a statement for some funny yet annoying, strange situation when saying wtf is too harsh.

Annonjing, just a different spelling for annoying when the situation is terribly annoyed you, yet you  don’t want to call animal names, like we usually do in Indonesia.

Not nyet, also just a different spelling for not yet, you can use it when people cant stop bother you with annoying question, such as, have you graduate, have you work, are you married now , and maybe some day, haven’t you die? Not yet mo***t.

Up Tuhan, in everyday live, such as maybe while you dating and confuse about what to eat or what to watch, and you ended up with endlessly saying up to you to each other, just say this, up Tuhan, problem solved.

0

Civil Eng. Blogging

It came a lot to my mind, that maybe I can share something that I got in college. Well, some civil engineering related. It might not be much, since yeah, you know I skip soooo much. But, I think I can promise myself to make 2 or 3 post, maybe something about transportation, because a lot of greener and really cool thing do happen out there.
So, see ya 🙂

1

Desir Pesisir

Mari kita kemari
Ke pesisir yang berdesir

Lepaskan dulu yang kamu genggam itu
Seperti yang kamu bisikkan dulu

Mari kita berlalu
Pada pasir itu

Kapal-kapal saja sudah berlabuh
Mengapa kamur masih hanya harus gaduh dan mengaduh?

Mari kita berlari
Nyiur sudah menari
Kala bayu melarikan banyu
Mengapa kamu masih hanya harus berdiri?

Mari, mari, kemari
Sebelum aku, kamu, dan pesisir itu
Lelah,
dan berhenti
berdesir

0

Desir Pesisir

Mari kita kemari
Ke pesisir yang berdesir

Lepaskan dulu yang kamu genggam itu
Seperti yang kamu bisikkan dulu

Mari kita berlalu
Pada pasir itu

Kapal-kapal saja sudah berlabuh
Mengapa kita masih hanya harus gaduh dan mengaduh?

Mari kita berlari
Nyiur sudah menari
Kala bayu melarikan banyu
Mengapa kamu masih hanya harus berdiri?

Mari, mari, kemari
Sebelum aku, kamu, dan pesisir itu
Lelah berdesir

0

Some people feels the rain. Other just get wet.

Some people feels the rain. Other just get wet.

Bob Marley

Sepertinya sudah lama saya tidak merasai hujan. Saya kini merasakan basah. Basah yang meenggankan diri untuk keluar kosan, menghentikan perjalanan saat pendakian, dan membuat pergiliran baju semakin sulit dilakukan.

Dulu, sewaktu basah bukan sesuatu yang mencekam. Saya merasakan hujan.

Kebebasan, ketika hujan turun di siang hari saat saya pulang sekolah. Bebas untuk hujan-hujanan, hal yang biasanya ibu saya haramkan.

Kehangatan, saat hujan turun dan saya rayakan dengan bergelung di sofa samping jendela. Ditemani susu cokelat dan selimut hangat.

Hujan besar kadang membuat jalan depan rumah saya menganak sungai. Aliran air bagaikan susu cokelat yang ditumpahkan besar-besaran. Apa yang lebih indah dari suatu sore dengan sungai susu cokelat yang mengalir depan rumah? Bersama segala sesuatu nya yang tampak basah. Pepohonan basah, rumput basah, jalanan basah, rumah tetangga basah. Di aliran sungai lalu berbagai bentuk kapal-kapalan kertas di percaya pembuatnya untuk mengarungi lautan, mencari tempat bermuara.

Saya pernah begitu merasai hujan, dulu. Sekarang, saya hanya takut basah.