0

Bacalah!

Hari ini hari pertama tantangan One Day One Post for 99 Day, dan… saya hampir kehabisan ide mau nulis apa. Terakhir kali saya merasa agak-agak sering mengisi blog adalah tahun 2013, deadline saya kuliah di kampus. Salah satu alasan mengapa di tahun itu saya agak lebih produktif adalah karena saya galau. Dan, ya, galau is power, terutama saat kita bicara tentang tulisan yang berbau curhat, renungan atau bahkan puisi. Entah kenapa ya, nampaknya kesedihan seringkali lebih dahsyat saat tertuang dalam tulisan, dibanding emosi lainnya. Coba cek lagi lagu-lagu favorit sepanjang masa, lagu sedih nan melankolis pasti mendominasi daftarnya.

Nah, sekarang saya sudah menikah. Tingkat galau saya berada pada level biasa-biasa saja, apalagi jika dibandingkan sama jomblo-jomblo ababil itu. Mana mungkin sempat galau, jika mau galau sebentar saja tuan muda saya yang baru berusia sebulan itu sudah meraung memanggil-manggil.

Lalu, kalau sudah tidak galau, apalagi yang bisa menjadi bahan tulisan? Pernah salah seorang teman saya bertanya, Mi, kok sekarang bisa nulis kayak gitu (maksudnya sih jika dibandingkan jaman ababil semasa SMA). Waktu itu saya menjawab, membaca. Disaat saya kebingungan mau menulis apa, saya teringat kata-kata saya sendiri. Jika mau menulis, membaca!

Membaca tentu bisa apa saja. Entah membaca gejala-gejala alam, atau juga membaca tulisan-tulisan yang beredar dimana-dimana. Jadi masih bingung nulis apa? Ayo, membaca dulu… 🙂

#odopfor99days #day1